Rabu, 24 Juni 2015

Ngabuburit di Mangrove Centre Karangsong

Ngabuburit di Mangrove Centre Karangsong

                INDRAMAYU 24/06/2015 – Kawasan ekowisata mangrove di Desa Karangsong Kec/Kab Indramayu setiap harinya mulai ramai di kunjungi wisatawan. Apalagi di bulan Ramadhan ini menjadi salah satu tempat favorit untuk menunggu maghrib dan berbuka puasa (ngabuburit) bagi warga masyarakat.

                Setelah dikenalkan kepada masyarakat, bahwa kawasan mangrove di Desa Karangsong dijadikan sebagai mangrove centre bagi kawasan Indonesia barat kini mulai dilirik oleh berbagai pihak. Apalagi masyarakat sekitar ikut dilibatkan dalam  proses pengelolaan kawasan mangrove tersebut.

                Untuk bisa mengelilingi areal mangrove ini, masyarakat bisa mendatangi dermaga yang sudah tersedia sebagai tempat bersandarnya kapal yang bisa membawa masuk dalam hutan. Selanjutnya bisa merogoh kocek antara 10-15 ribu per orang sebagai ongkos untuk bayar kapal hingga kembali lagi.

                Begitu tiba di dermaga 1 mangrove, masyarakat bisa naik diatas pos pemantauan setinggi 10-15 meter untuk bisa melihat areal hutan mangrove yang sangat luas membentang hingga ke pesisir pantai. Setelah itu bisa masuk kedalam hutan dengan berjalan di walk tracking,  begitu masuk kita akan mendapati rimbunnya pohon mangrove di kanan dan kiri dan setelah itu kita bisa melewati sungai yang berada di dalam hutan.

                Salah seorang pengunjung, Fradina (30) mengatakan, ngabuburit di areal mangrove centre merupakan hal yang baru bagi dirinya. Selama ini kegiatan menunggu maghrib hampir sebagian orang dilakukan dengan hanya berjalan-berjalan. Akan tetapi kini ada tempat baru yang bisa dijadikan tempat wisata menunggu maghrib sambal melakukan edukasi lingkungan.

                Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menyambut baik dampak poisitif dari keberadaan ekowisata mangrove di Desa Karangsong tersebut. Selain keuntungan lingkungan, dampak dari kegiatan ekowisata itu ternyata berdampak bagi kehidupan warga sekitarnya sebagai penyedia jasa perahu, pemandu wisata, dan kini bermunculan sentra kuliner di tempat itu. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu