Kamis, 28 November 2013

Menanam Pohon Sebagai Ladang Ibadah

 

WIDASARI 28/11/2013 – Menanam pohon harus dijadikan sebagai ladang ibadah karena dengan menanam pohon akan sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya. Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika berlangsung peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tahun 2013 yang berlangsung di Desa Widasari, Kamis (28/11).

Bupati menambahkan, dengan menanam pohon akan sangat bermanfaat bagi umat manusia. Bukan saja bermanfaat bagi manusia itu sendiri secara ekonomis namun juga yang terpenting dengan menanam pohon akan dapat melestarikan dan menciptakan keseimbangan lingkungan. Pohon merupakan pemasok kebutuhan oksigen (O2) karena pohon dapat merubah CO2 menjadi O2 yang saat ini dinikmati secara gratis oleh masnusia. Pohon memberikan manfaat yang besar bagi generasi sekarang dan yang akan datang. HMPI menjadi titik tolak agar masyarakat di kota maupun di desa tergerak untuk menanam serta memilihara pohon.

"Saya optimis apabila gerakan penanaman satu milyar pohon sebagai upaya membangun ekosistim hutan, kita lakukan terus menerus dengan jenis pohon yang tepat maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat yang berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan enersi terbarukan. Oleh karena itu para pihak yang melakukan penanaman perlu berkonsultasi dengan para penyuluh kehutanan untuk pemilihan jenis pohon yang tepat agar tidak berdampak kekeringan pada sumber mata air," tegas bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu Ir. Joko Pramono mengatakan, sampai dengan bulan Nopember 2013 ini sebanyak 3.784.490  batang pohon berhasil ditanam dengan jenis tanaman yakni Mangrove, Jati, Jabon, Terembesi, Mahoni, Ketapang, dan lainnya.

"Pada hari ini kami menyediakan bibit 3.400 batang pohon yang dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan. Kegiatan tingkat kabupaten ini dapat ditindaklanjuti di tingkat kecamatan, untuk itu kami menitipkan stimulan sebanyak 100 pohon untuk setiap kecamatan," tegas Joko.

Maksud dari penanaman ini sebagai sarana edukasi karena dapat meningkatkan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh componen bangsa pentingnya menanam dan memlihara pohon. Kemudian mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan. Sedangkan yang menjadi lokasi sasaran kegiatan adalah tanah kosong dan lahan kritis baik dalam kawasan hutan negara maupun diluar kawasan hutan serta ruang terbuka hijau.

"Saya berharap hasil dari upaya rehabilitasi dan penanaman bibit tersebut dapat dipelihara dengan sebaik-baiknya dan dikelola secara bijak demi kemakmuran seluruh masyarakat Indramayu. Setelah ditanam, diharapkan mahasiswa ikut serta menjaga pohon yang telah ditanam ini. Jangan sampai pohon yang belum besar ditebang kemudian disalahgunakan, ini akan merugikan kita semua," kata Joko.(deni/humasindramayu)